Dalam Vajracchedika Sutra tertulis dengan jelas, “Pada akhirnya bahkan Dharma pun mesti dilepaskan, apalagi yang bukan Dharma.”

Pada kondisi yang tertinggi, dalam Buddhadharma yang sejati, semua mesti dibuang, sebab semua ini hanyalah sebuah sarana, hanya sebuah ‘tool’, apalagi yang bukan Dharma ? ‘No Illegal’, ilegal (homofon: bukan Dharma) (Mahaguru tertawa). Tentu saja, bukan demikian artinya.

Yang bukan Buddhadharma, semua mesti dibuang. Yang merupakan Buddhadharma, juga mesti dibuang. Buang sampai bersih, inilah kondisi Mahapurna. Oleh karena itu, dalam Zen ada: ‘Nivrtti’, ‘berhenti’ berarti tiada suatu apa pun. Saat itu disebut: kondisi Mahasunya, disebut: Samadhi Mahasunya.


Darsana adalah darsana-bhumi yang sesungguhnya, telah menyaksikan. Bhavana adalah bagaimana Anda membina diri. Carya adalah apa yang Anda gunakan sebagai landasan untuk melakukan aktivitas agung. Seperti praktik ikrar agung Samantabhadra Bodhisattva, bagaimana Anda menjalankannya. Phala adalah pencapaian yang diperoleh. Kita menggunakan empat hal ini untuk mendiskusikan kondisi Mahapurna.


Kita lanjutkan pengulasan ‘sruta-bhajan’, kita sedang membahas bejana Dharma bijaksana.

Kebijaksanaan banyak dibahas dalam Buddhisme. Di dunia ini juga ada kebijaksanaan duniawi. Sedangkan dalam hal Buddha, disebut sebagai Kebijaksanaan Buddha, ada juga yang menyebutnya Prajna.

Prajna Tathagata dalam Tantra disebut Pancajnana, yaitu Kebijaksanaan Mula yang dimiliki oleh Pancadhyani Tathagata, ada lima jenis kebijaksanaan.


Bejana Dharma bijaksana juga memiliki fondasi. Sebagian orang terlahir dengan daya ingat yang sangat baik, di zaman dahulu, ada banyak Bhiksu Agung yang terlahir dengan kebijaksanaan luar biasa. Begitu lahir, di usia yang masih sangat kecil, setiap sutra yang diperlihatkan kepadanya, tidak akan dilupakan olehnya, semua diingatnya.

Tidak hanya demikian, dia dapat dengan cepat membaca habis semua pustaka Buddha, semua sutra dan sastra, termasuk di antaranya empat pustaka dan lima klasik. Di usia yang sangat kecil, ia telah memiliki kemampuan seperti itu. Ini merupakan kebijaksanaan yang ia bawa semenjak lahir, dan bukan sesuatu yang ia dapatkan di kemudian hari. Bejana Dharma semacam ini bisa disebut sebagai bejana Dharma bijaksana.


‘Sruta’ berarti mendengar atau banyak pengetahuan, ‘bhajana’ adalah bejana Dharma. Setiap orang adalah bejana Dharma, sedangkan sruta-bhajana berarti seorang sadhaka yang dapat mendengar Buddhadharma. Ia dibagi menjadi tiga jenis, yang pertama adalah bejana Dharma yang tepat, yang kedua adalah bejana Dharma bijaksana, dan yang ketiga adalah bejana Dharma aspirasi.


「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。