Pada umumnya, ada satu kesulitan dalam mempelajari Buddhisme, yaitu sangat luas. Salah satu contohnya adalah tantrayana, konsepnya juga tidak mudah untuk dipahami sepenuhnya. Namun konsep tantra ini, akan saya ungkapkan secara sederhana menggunakan beberapa teori dan doktrin.

Pada umumnya, penelitian terhadap Buddhisme diungkapkan dengan menggunakan tiga kata: yang pertama adalah substansi, yang kedua adalah atribut dan yang ketiga adalah fungsi atau bagaimana memanfaatkannya.


Pernah ada seorang siswa yang menulis surat kepada saya: ‘Sekte Dhyana (Zen) langsung menunjuk pada batin, menyaksikan Buddhata menjadi Buddha, oleh karena itu Sekte Dhyana juga mampu mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini. Namun mengapa Sekte Dhyana yang tidak menekuni olah prana, nadi dan bindu, dapat mencapai Kebuddhaan secara langsung? Mengapa tantrayana perlu menekuni olah prana, nadi dan bindu, juga harus menekuni Sinar Pelangi baru dapat mencapai Kebuddhaan dalam kehidupan saat ini?’


Pada umumnya, perbedaan antara sutrayana dengan tantrayana, selain dalam perumpamaan antara ruang kelas dengan laboratorium, masih banyak hal-hal lain yang berbeda. Sutrayana mengutamakan pelatihan hati, sedangkan tantrayana menambahkan dengan olah tubuh, dalam bhavana, tubuh dan hati harus manunggal. Inilah salah satu poin perbedaan antara sutrayana dengan tantrayana.


「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。