Tingkatan yang tertinggi tiada pikiran sama sekali. Dalam Satyabuddha Sutra ada tertulis, “Amanasikara sebagai Buddharatna sejati.”, amanasikara berarti menghentikan semua pikiran. Ini sangat sukar bagi orang awam. Akan tetapi seorang sadhaka mesti bisa memasuki kondisi amanasikara.

Saat kondisi amanasikara muncul, Buddha dan shunyata bisa direalisasikan. Demikian pula dengan berbagai abhijna, semua bisa Anda realisasikan dalam kondisi Mahashunya.


Dalam pelatihan pikiran (citta), berarti mengerahkan upaya untuk mencapai kondisi yang paling mendalam, sebab pikiran tidak berwujud. Tubuh kita umat manusia adalah berwujud, mulut ini juga berwujud. Satu-satunya yang tidak berwujud adalah pikiran. Sehingga dalam pertapaan, Anda mesti lakukan latihan “Citta-guhya” (Rahasia pikiran) yang merupakan pembinaan diri yang sangat tinggi dan mendalam.

Bhavana yang tertinggi dalam pertapaan adalah pelatihan ‘samatha’. Samatha dan vipasyana, keduanya bisa dimanfaatkan. Apabila Anda benar-benar dapat merealisasikan samatha, maka tidak akan ada vipasyana.


Saya perlu membahas sedikit mengenai “Penyakit masuk melalui mulut.”, perihal prana. Dalam Tantra disebutkan, apabila bhavana Anda sangat baik, tidak peduli sadhaka pria maupun wanita, mulut pasti memancarkan keharuman, saat berbicara, hawa yang keluar melalui mulut berbau wangi.

Ini merupakan penyakit orang zaman sekarang, kadang saat Mahaguru memberikan layanan konsultasi, begitu ia masuk, dan mendekat, kemudian saya hendak mengabhisekanya, saya pun mencium bau, bau yang sangat saya takuti. Air dari kalasa abhiseka bergolak dan hampir tumpah ke lantai. Tangan saya menjadi tidak bertenaga. Saya pun memberikan konsultasi dengan terburu-buru. Sebab saat mengabhisekanya, tercium bau yang sangat tidak enak.

Oleh karena itu, yang terutama bagi setiap sadhaka adalah mulut mesti menghembuskan hawa wangi, dan hawa ini merupakan hasil bhavana Anda sendiri. Jika hawa yang Anda hembuskan adalah kotor dan berbau tidak enak, maka Anda mesti periksa upaya bhavana Anda, ini berhubungan dengan fisiologi Anda, juga berhubungan dengan bhavana Anda. Sebab segala sesuatu mencakupi faktor jiwa dan raga, keduanya bersamaan.


Selain ketetapan yang Anda buat sendiri, untuk menjapa mantra atau mendaras sutra, dalam pertapaan Mahayana yang sesungguhnya, tidak ada pendarasan sutra dan penjapaan mantra, hanya menekuni satu hal: ‘penghentian’.

Apa itu ‘penghentian’? ‘Penghentian’ adalah samadhi, sepenuhnya tiada arus pikiran.


‘Putus guhya’ berarti mengatur jiwa dan raga diri sendiri, supaya bisa mencapai konsentrasi. Di dalam pondok pertapaan, Anda berlatih meditasi. Jika bagian ini dan itu pada tubuh Anda terasa tidak nyaman, maka Anda tidak akan berhasil melakukan ‘putus guhya’.

Badan mesti rileks, nyaman, tidak merasa sakit, bisa duduk lama, dan pikiran sangat bersih. Dengan demikian, kondisi lahiriah Anda tidak akan mengganggu bersihnya pikiran, inilah yang paling penting, ini tergolong dalam ruang lingkup ‘putus guhya’. Mengatur tubuh supaya pikiran bersih, inilah yang mesti dilakukan dalam ‘putus guhya’.


「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。